logo

6 Mei 2021

Survei LP3ES: PDIP Teratas, Demokrat Salip Dominasi Gerindra dan Golkar



GELORA.CO - Lembaga Pendidikan, Penelitian, Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) menggelar survei elektabilitas partai politik teranyar. Survei dilakukan pada 8-15 April melibatkan 1.200 responden di 34 provinsi Indonesia. Margin of error 2,8 persen.

Hasilnya, PDIP masih menjadi parpol tertinggi dengan elektabilitas 24 persen. Namun secara mengejutkan, Demokrat melejit ke urutan kedua di angka 11,2 persen. Parpol pimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) ini mengalahkan dominasi Gerindra dan Golkar di urutan dua dan tiga.

"Sementara Partai Gerindra berada di posisi ketiga dengan elektabilitas 9 persen. Disusul dengan Partai Golkar dengan elektabilitas 7,4 persen," kata Direktur LP3ES Fajar Nursahid dalam pemaparan hasil survei terbaru lemabaganya.

LP3ES tak cuma memotret elektabilitas dari partai politik, survei ini juga menanyakan kepada responden tentang calon presiden paling disukai. Hasilnya, Ketum Gerindra Prabowo Subianto masih teratas dengan 16,4 persen.

Disusul oleh Gubernur DKI Anies Baswedan dengan 12,8%, lalu Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dengan 9,6%. Kemudian ada AHY dengan 8,8%.

"AHY satu-satunya tokoh non pejabat publik yang masuk dalam lima besar tokoh nasional dengan elektabilitas tertinggi," jelas Fajar.

Di bawah AHY adalah Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dengan 7,5% serta Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno, yang juga Waketum Gerindra, dengan 6,2%.

Dari hasil survei, tingkat popularitas ketum partai tertinggi didominasi oleh Prabowo dengan 27,6 persen. Diikuti oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri 23,3 persen. Di posisi ketiga, ada AHY dengan 21,5 persen, diikuti Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar 6,8 persen, dan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto 6,1 persen.

Survei ini juga mengungkapkan alasan responden memilih parpol tertentu. Yakni didorong oleh kebiasaan memilih partai tersebut 19,8%, visi-misi dan program partai 9,2%, peduli pada rakyat kecil 8,3%.

Sedangkan untuk alasan memilih tokoh sebagai calon Presiden, survei mengungkapkan faktor berani berada pada urutan pertama 9,7%, diikuti oleh pengalaman 9,3%, merakyat 7,9%, cerdas dan memberi solusi 7,5% serta berwibawa 6,1%.

Saat ditanya karakteristik politisi yang dianggap merakyat di mata pemilih, yang paling dominan adalah membela hak-hak rakyat di parlemen 34,9%, sering melakukan dialog dengan masyarakat 26,6% dan sering berkumpul bersama masyarakat 21,7%. []